Menerapkan K3 di lingkungan kegiatan ekspor-impor

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan satu kunci kesuksesan dalam berbagai industri. Suatu perusahaan yang bonafid dan professional selalu menganggap K3 ini sebagai suatu elemen yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan tersebut.

Definisi tentang K3 adalah yang dirumuskan oleh ILO/WHO Joint safety and HealthCommittee, yaitu :

Occupational Health and Safety is the promotion and maintenance of the highest degree of physical, mental and social well-being of all occupation; the prevention among workers of departures from health caused by their working conditions; the protection of workers in their employment from risk resulting from factors adverse to health; the placing and maintenance of the worker in an occupational environment adapted to his physiological and psychological equipment and to summarize theadaptation of work to man and each man to his job.”

Bila dicermati definisi K3 di atas maka definisi tersebut dapat dipilah-pilah dalam beberapa kalimat yang menunjukkan bahwa K3 adalah :

  • Promosi dan memelihara derajat tertinggi semua pekerja baik secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial di semua jenis pekerjaan.
  • Untuk mencegah penurunan kesehatan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan mereka.
  • Melindungi pekerja pada setiap pekerjaan dari risiko yang timbul dari faktor-faktoryang dapat mengganggu kesehatan.
  • Penempatan dan memelihara pekerja di lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisifisologis dan psikologis pekerja dan untuk menciptakan kesesuaian antara pekerjaan dengan pekerja dan setiap orang dengan tugasnya.

Dari pengertian di atas dapat diambil suatu tujuan dari K3 yaitu untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan pekerja pada tingkat yang tinggi dan terbebas dari faktorfaktordi lingkungan kerja yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.

Definisi K3 yang dirumuskan oleh ILO dan WHO dapat ditelaah dengan menggunakan sistematika 4W (What, Who, When, Where) dan 1 H (How).

What

Kata “what” berarti apa atau apakah. Dalam konteks pembahasan ini sesuai dengan definisidi atas maka yang dimaksud dengan what adalah apa yang menjadi perhatian dalam keilmuan K3. Dari definisi di atas terlihat konsern K3 yang dirumuskan lebih memperhatikan aspek kesehatan dengan penekanan terhadap pengendalian terhadap potensi-potensi hazard yang ada di lingkungan kerja. Pada definisi di atas juga terlihat sedikit mengenai aspek keserasian antara pekerja dengan pekerjaan dan lingkungan kerja (aspek ergonomic).

Who

Pada definisi di atas yang dimaksud dengan “who” adalah semua pekerja yang berada ditempat kerja mulai dari level tertingi dalam manajemen sampai level terendah. Aspek yang diperhatikan meliputi fisik, mental dan kesejahteraan sosial.

When

Bila merujuk pada definisi di atas yang mana terdapat kata promotion, prevention, protection,dan maintenance, menunjukkan bahwa K3 dalam penerapannya dilakukan di semua tahapanproses. Tahapan yang dimaksud misalnya tahap disain (preventif dan promotif), tahap proses berjalan (protection dan maintenance) serta dapat dilakukan pada saat pasca operasi khususnya untuk penanganan masalah keselamatan dan kesehatan produk dan masalah limbah produksi.

Where

Where yang berarti di mana pada definisi di atas berarti tempat di mana K3 harus di jalankanatau dilaksanakan. Bila merujuk pada definisi di atas, maka tempat penerapan K3 adalah pada setiap pekerjaan di lingkungan kerja.

How

How yang berarti bagaimana maksudnya adalah bagaimana metode untuk melaksanakan K3di lingkungan kerja pada semua jenis pekerjaan. Terlihat bahwa penerapan K3 menurutILO/WHO adalah dengan melakukan promotive, preventive, protective, maintenance dan adaptative.

Menerapkan K3 di lingkungan kegiatan ekspor-impor

Lingkungan Kegiatan ekspor impor adalah termasuk sektor perdagangan besar bidang perdagangan ekspor impor. Kegiatannya dimulai dari pengambilan dan membudidayakan komoditi pertanian, perikanan pertambangan serta pengolahan barang tersebut menjadi barang industri dan barang kerajinan. Hampir semua bidang pekerjaan disuatu Negara terlibat dalam kegiatan ekspor impor, akan tetapi terutama adalah bidang perdagangan, bidang kepabeanan, pelabuhan, pengangkutan, pergudangan dan perbankkan. Sehingga sering orang mengatakan, bahwa kegiatan ekspor impor adalah penggerak perekonomian suatu Negara.

Faktor penyebab kecelakaan kerja

1.  Faktor lingkungan

2.  Faktor manusia

  • Sifat fisik dan mental
  • Pengetahuan dan keterampilan
  • Sikap

3.  Faktor mesin/ alat

Yang termasuk kecelakaan kerja

1. Kecelakaan akibat langsung pekerjaan
2. Kecelakaan pada saat/ waktu bekerja
3. Kecelakaan pada perjalanan menuju lokasi kerja
4. Penyakit akibat kerja
Untuk menerapkan K3, kita harus mengetahui dan melaksanakan prosedur kerja yang aman dan tertib dalam suatu bidang pekerjaan. Beberapa hal yang harus terkandung dalam prosedur kerja, sbb:

1.   Tujuan dan ruang lingkup aktivitas

2.   Siapa yg melaksanakan dan apa yg harus   dilaksanakan

3.   Kapan, dimana, dan bagaimana aktivitas tersebut   dilakukan

4.  Material, perlengkapan, dan dokumen yg   digunakan.

5.  Pencatatan dan evaluasi terhadap kegiatan

Agar tenaga kerja mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan, maka setiap unsur yang ada di dalam organisasi/instansi/perusahaan perlu mengetahui dan melaksanakan prosedur K3.

Pihak-Pihak yg Bertanggung Jawab terhadap K3 di Perusahaan/ Instansi

1. Pimpinan
2. Bagian Keamanan
3. Instruktur
4. Pekerja/ Karyawan
Tugas masing-masing pihak:
1. Pimpinan
  • Membentuk  bagian keamanan
  • Menunjuk/ menentukan instruktur
  • Memberikan pelatihan baik kepada bagian keamanan maupun kepada instruktur agar dapat menangani K3 di instansinya sesuai dengan prosedur.
  • Meminta karyawan agar manaati peraturan dan instruksi.

2. Bagian Keamanan

  • Memberi petunjuk dan mengarahkan ke jalan yang aman.
  • Mempelajari dan menyelidiki sebab-sebab terjadinya kecelakaan ditempat kerja.

3. Instruktur

  • Membekali karyawan dengan pengetahuan mengenai K3.
  • Memberikan pelatihan penanganan terhadap bahaya kepada karyawan.
  • Memberikan instruksi dengan benar, tepat, dan aman mengenai pemakaian alat dan teknis bekerja.
  • Melaporkan dengan segera kepada pimpinan apabila terjadi kecelakaan, kerusakan alat, maupun peristiwa yang membahayakan.
4. Karyawan 

  • Manaati peraturan dan instruksi keamanan dari perusahaan.
  • Memperhatikan pelatihan penanganan terhadap bahaya dari instruktur.
  • Memperhatikan instruksi mengenai pemakaian alat dan teknis bekerja.
  • Segera melaporkan kepada instruktur apabila ada kecelakaan, kerusakan alat, maupun peristiwa yang membahayakan.